PAREPARETERKINI.COM, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengungkapkan rasa syukur karena dapat melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah dalam suasana penuh kebahagiaan bersama masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Tasming Hamid saat memberikan sambutan pada rangkaian pelaksanaan Salat Idul Fitri yang digelar di Lapangan Andi Makkasau, Sabtu (21/3/2026).

Ia mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama ribuan jamaah yang memadati lapangan tersebut. Salat Id berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

“Idul Fitri mengajarkan kita arti keikhlasan dan kelapangan hati. Di hari yang suci ini, mari kita saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kembali kasih sayang dan persaudaraan di antara kita,” ujar Tasming Hamid.

Menurutnya, momentum Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat serta pemerintahan.

Tasming Hamid memaparkan bahwa sejak dirinya dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kota Parepare di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Hermanto terus bergerak mewujudkan visi Parepare sebagai kota yang terbaik, sejahtera, dan maju.

“Dalam kurun waktu satu tahun ini, kita patut bersyukur atas capaian nyata di berbagai sektor strategis. Berkat kolaborasi seluruh elemen, kita telah berhasil merealisasikan 18 program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Tasming menyebutkan capaian tersebut tercermin dari tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta penurunan angka kemiskinan yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat terus mengalami peningkatan.

“Prestasi kita pun diakui di panggung nasional, di mana Parepare meraih predikat menuju kota bersih terbaik pertama di Sulawesi Selatan dan menembus peringkat enam besar nasional,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek pembangunan yang belum berjalan maksimal.
Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari tantangan berat yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia, seperti kebijakan efisiensi anggaran serta pemotongan transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat dengan nilai mencapai kurang lebih Rp100 miliar.

Selain itu, proses pengangkatan tenaga honorer Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, kami memohon doa ta semua agar langkah kami senantiasa dimudahkan dan diberkahi oleh Allah SWT. Segala capaian hari ini adalah pijakan kita, dan kekurangan yang ada adalah pengingat bagi kami untuk terus berinovasi dan bekerja lebih keras lagi,” mantan anggota DPRD dua periode itu. (*terkini)