PAREPARETERKINI, PAREPARE – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Parepare menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana XXIII Tahun Akademik 2026–2027, Sabtu (10/10/2026).

Sebanyak 62 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Para lulusan tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Umum PB DDI, Drs. KH. Hilmy Ali Yafie; perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq Sanusi, M.Ag.; Ketua STAI DDI Parepare, Dr. Muh. Djunaidi, M.Ag.; serta Pimpinan Pondok Pesantren DDI Ujung Lare, Prof. Dr. KH. Abdul Rahim Arsyad, Lc., M.A.

Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Parepare, Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si., yang menjabat Kepala Dinas Perpustakaan, Ketua PD DDI, jajaran Kementerian Agama, FKUB, pimpinan pondok pesantren dan madrasah se-Kota Parepare, tokoh agama, warga dan simpatisan DDI, Ketua Alumni STAI DDI, dosen, serta orang tua wisudawan.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI Parepare, Dr. Muh. Djunaidi, M.Ag., menyampaikan bahwa lembaga pendidikan tersebut terus berupaya bangkit dan berkembang di tengah dinamika perguruan tinggi keagamaan.

Menurutnya, STAI DDI Parepare telah melahirkan banyak generasi muda yang diharapkan mampu berkontribusi di tengah masyarakat serta bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Ia menegaskan, keunggulan lulusan STAI DDI tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari fondasi pendidikan agama yang mengedepankan akhlak mulia.

Selain itu, pengembangan kualitas dosen dan tata kelola kelembagaan menjadi bagian penting dalam memperkuat eksistensi STAI DDI Parepare.

Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Parepare, Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si., menyampaikan harapan agar para alumni STAI DDI dapat membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap ilmu pengetahuan yang diperoleh para wisudawan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan masyarakat Parepare.

Menurutnya, para alumni perlu mengimplementasikan ilmu tersebut secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan akhlak.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas kontribusi lulusan dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PB DDI, Drs. KH. Hilmy Ali Yafie, menyoroti eratnya hubungan antara organisasi Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) dengan Kota Parepare.

Ia menggambarkan Parepare sebagai salah satu kota yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan DDI karena keberadaan lembaga pendidikan serta aktivitas dakwah DDI yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Hilmy juga mengingatkan kembali pemikiran pendiri DDI, Gurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle, yang menempatkan pendidikan agama sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan membawa keberkahan.

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata bertujuan mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia turut menyinggung tiga pilar wilayah penting dalam perjalanan DDI, yakni Mangkoso, Ujung Lare, dan Kaballangan, yang memiliki peran dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan agar tetap menjaga nilai-nilai perjuangan DDI dalam menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Perwakilan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq Sanusi, M.Ag., menyampaikan harapan agar STAI DDI Parepare terus mempertahankan sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan.

Ia mendorong pihak kampus untuk memperluas pengembangan program studi sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan harapan agar STAI DDI Parepare dapat berkembang menjadi Institut Agama Islam (IAI) DDI pada masa mendatang.

Harapan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi pengelola kampus untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, serta pemenuhan persyaratan pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Kepada para wisudawan, ia berpesan agar turut memperkenalkan STAI DDI kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

Peran alumni dinilai penting dalam mendukung keberlanjutan lembaga pendidikan, memperluas kepercayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi baru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi berbasis keislaman.

Pada pelaksanaan Wisuda Sarjana XXIII tersebut, dua wisudawati berhasil meraih predikat lulusan terbaik berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK).

Keduanya yakni Putri Rahayu Ningsih, S.Pd., dengan IPK 3,91 dan Putri Rahayu Dewi Ambarwati, S.Pd., dengan IPK 3,97.
Capaian tersebut menjadi bagian dari prestasi akademik yang diraih lulusan STAI DDI Parepare pada Tahun Akademik 2026–2027.

Dalam rangkaian kegiatan itu, turut dilakukan penyerahan buku alumni STAI DDI kepada Tajuddin, S.Pd.I.
Penyerahan tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga hubungan antara almamater dan para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Alumni diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan kampus, tetapi juga mengambil peran aktif melalui partisipasi, gerakan, dan pengabdian bagi umat serta agama.

Wisuda Sarjana XXIII STAI DDI Parepare menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase baru dalam perjalanan pengabdian kepada masyarakat.

Bekal ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, serta nilai-nilai keislaman diharapkan dapat diterapkan dalam dunia kerja, pendidikan, dakwah, dan berbagai bidang pengabdian lainnya.

Di sisi lain, harapan pengembangan STAI DDI menjadi IAI DDI menjadi salah satu agenda penting yang membutuhkan dukungan pengelola kampus, dosen, alumni, organisasi DDI, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan semangat pendidikan dan dakwah yang diwariskan para pendahulu, STAI DDI Parepare terus mengusung cita-cita mewujudkan generasi yang “Macca, Makebbi, na Mabarakka”—generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa keberkahan bagi masyarakat. (*terkini)