PAREPARETERKINI, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare terus memperkuat komitmen pembangunan melalui percepatan pelaksanaan program prioritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan pengendalian dan evaluasi kinerja seluruh Perangkat Daerah.
Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Pembangunan Triwulan III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) pada Jumat (6/11/2026) di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.
Rakor Monev kali ini berbeda, karena Bapperida menambahkan terobosan baru yakni memonitoring dan mengevaluasi progres capaian 18 Program Unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare.
Kepala Bapperida Kota Parepare, H.A. Ardian Asyraq R, S.Sos. M.Si. dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan memasuki triwulan ketiga hingga 30 Oktober 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Capaian kinerja fisik pembangunan mencapai 85,31 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 72,11 persen.
Sementara itu, realisasi keuangan mencapai Rp653,81 miliar atau 72,11 persen, untuk membiayai 143 program, 347 kegiatan, dan 899 subkegiatan yang tersebar pada 34 Perangkat Daerah.
Peningkatan capaian fisik ini menunjukkan progres pelaksanaan pembangunan yang semakin baik. Pada akhir Triwulan III 2026, capaian fisik telah mencapai 79,32 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 72,02 persen.
PAD Capai Rp241,43 M, Kemandirian Fiskal Terus Diperkuat
Dari aspek pengelolaan keuangan daerah, realisasi pendapatan Kota Parepare hingga 30 Oktober 2026 mencapai Rp697,19 miliar atau 78,93 persen dari target Rp883,30 miliar.
Secara khusus, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp241,43 miliar atau 80,14 persen dari target Rp301,25 miliar.
Capaian positif terlihat pada komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, yang telah mencapai 108,50 persen dari target. Sementara pajak daerah terealisasi sebesar 84,11 persen.
Capaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Parepare dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah, memperkuat kapasitas fiskal, serta meningkatkan kemandirian keuangan daerah.
18 Program Unggulan Terus Dikawal, Manfaatnya Menjangkau Berbagai Sektor
Salah satu fokus utama Monev adalah mengevaluasi pelaksanaan 18 program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare. Program-program tersebut menjadi instrumen penting dalam menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam kebijakan dan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pada sektor ekonomi dan investasi, kemudahan investasi dan perizinan terus diperkuat melalui klinik investasi, pendampingan OSS-RBA, promosi potensi daerah, serta penyusunan peta potensi investasi. Pada 2025, jumlah investor mencapai 1.330 investor dengan nilai investasi Rp205 miliar. Hingga September 2026, tercatat 644 investor dengan nilai investasi Rp107,87 miliar.
Melalui program Parepare KEREN, pemerintah juga terus mendorong lahirnya 1.000 pengusaha baru. Hingga 2026, sebanyak 500 peserta telah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang mencakup penguatan pola pikir usaha, manajemen, pemasaran produk, dan pendampingan usaha mikro.
Pada sektor pendidikan, program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah tahun 2026 telah menjangkau 2.500 siswa PAUD/TK, 2.740 siswa SD, 2.727 siswa SMP, serta 883 siswa baru SMA/SMK sederajat dari kelompok desil 1–4. Program Beasiswa Parepare Cerdas juga terus dilaksanakan bagi siswa SD dan SMP dengan penyesuaian terhadap kemampuan fiskal daerah.
Komitmen terhadap perlindungan kesehatan masyarakat juga terus dijaga. Hingga September 2026, tercatat 52.650 peserta PBI APBD BPJS Kesehatan. Sementara perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan meningkat 25 persen, dari 1.200 orang pada 2025 menjadi 1.500 orang pada 2026.
Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, Pemerintah Kota Parepare juga tetap menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan aparatur. Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap dipertahankan. “Hal ini menjadi salah satu capaian tersendiri sekaligus bentuk penghargaan pemerintah terhadap dedikasi aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ardian.
Pada sektor perlindungan sosial, program perlengkapan jenazah dan pemakaman gratis telah menyalurkan 200 paket pada 2026. Program rumah layak huni, bedah rumah, dan peningkatan kualitas kawasan permukiman juga terus dilaksanakan, dengan capaian 3 unit rumah layak huni, 21 unit bedah rumah, dan 8 unit peningkatan kawasan permukiman kumuh.
Penyaluran bantuan beras sejahtera juga semakin diperluas, dari 2.008 kepala keluarga pada 2025 menjadi 2.233 kepala keluarga pada 2026. Sementara itu, peningkatan insentif RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader Posyandu, guru mengaji, pegawai syara’, imam masjid, dan guru sekolah minggu menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap unsur pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Di bidang pertanian dan perikanan, perlindungan melalui asuransi usaha tani padi tahun 2026 mencakup 305 hektare lahan, sedangkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dialokasikan bagi 902 nelayan selama 12 bulan.
Dalam upaya mewujudkan Parepare yang lebih tangguh terhadap banjir, pemerintah melaksanakan pembersihan sungai, normalisasi, pembangunan drainase, pengangkatan sedimentasi, dan pengadaan manhole dengan realisasi anggaran hingga Triwulan III sebesar Rp4,38 miliar.
Penguatan tata kelola pemerintahan juga menjadi perhatian melalui program Parepare Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Hingga Triwulan III 2026, telah dilaksanakan 102 penugasan pengawasan dengan 91 laporan hasil pengawasan yang telah diselesaikan, disertai peningkatan pengawasan internal dan pengendalian gratifikasi.
Sementara itu, transformasi digital terus diperkuat melalui penyediaan akses internet gratis pada 12 titik ruang publik dan 158 titik perangkat daerah, pengembangan Command Center, serta integrasi layanan digital melalui Portal Parepare Dalam Genggaman.
Pada sektor pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif, pemerintah terus mematangkan perencanaan Sport Centre, Creative Hub, dan Art Centre. Parepare juga memperkuat identitas sebagai kota event melalui pelaksanaan Car Free Night dan Car Free Day dua kali setiap bulan di kawasan Pantai Mattirotasi Baru dan Kampung Enjoy.
Festival Salo Karajae dijadwalkan berlangsung selama delapan hari pada November 2026 dan telah lolos verifikasi administrasi serta kurasi konten dalam pengusulan Karisma Event Nusantara 2027.
Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa 18 program unggulan terus diupayakan melalui berbagai sektor pembangunan, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat dan kapasitas keuangan daerah.
Wali Kota Minta Percepatan Pembangunan Harus Berorientasi pada Hasil dan Manfaat
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, S.E., M.H., hadir membuka dan memimpin langsung Monev. Pentingnya Monev, membuat Wali Kota menyoroti kehadiran semua Kepala Perangkat Daerah bersama jajaran pejabatnya.
Wali Kota mengulas dan membedah satu demi satu capaian fisik dan serapan anggaran setiap Perangkat Daerah. Perangkat Daerah yang masih kurang dimintai penjelasan kendala dan permasalahannya, serta didorong mengoptimalkan kinerja di sisa dua bulan tahun anggaran berjalan.
Wali Kota Tasming Hamid menegaskan bahwa pelaksanaan Monev tidak boleh hanya menjadi kegiatan rutin untuk menyampaikan laporan realisasi program dan anggaran, tetapi harus menjadi instrumen pengendalian untuk memastikan seluruh target pembangunan dapat tercapai.
Wali Kota meminta seluruh kepala Perangkat Daerah agar mencermati capaian kinerja masing-masing, mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi, serta segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian program dan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Setiap Perangkat Daerah dituntut memiliki tanggung jawab dan komitmen terhadap pelaksanaan pembangunan. Keberhasilan tidak cukup diukur dari laporan kegiatan maupun besarnya anggaran yang terserap, tetapi harus terlihat dari hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ingat Tasming.
Wali Kota juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah. Persoalan pembangunan tidak boleh diselesaikan secara parsial atau sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kesamaan langkah seluruh jajaran Pemerintah Daerah.
“Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, seluruh Perangkat Daerah diharapkan semakin cermat dalam menentukan prioritas, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, dan akuntabel,” tegas Tasming.
Dia mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan, khususnya yang masih membutuhkan penyelesaian, harus tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Arahan Wali Kota menjadi penegasan bahwa capaian pembangunan yang telah diraih harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara berbagai kendala yang ditemukan melalui Monev harus segera ditindaklanjuti dengan langkah penyelesaian yang terukur dan bertanggung jawab.
Memperkuat Kolaborasi untuk Pembangunan yang Berdampak
Melalui pelaksanaan Monev Pembangunan Triwulan III ini, Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Parepare berkomitmen untuk terus menjaga momentum pembangunan, memperkuat kinerja Perangkat Daerah, serta memastikan seluruh program unggulan berjalan secara optimal.
Hasil evaluasi menjadi dasar bagi setiap Perangkat Daerah untuk melakukan pembenahan, mempercepat pelaksanaan kegiatan, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memperkuat pertanggungjawaban pembangunan.
Dengan kolaborasi, konsistensi, dan komitmen seluruh jajaran Pemerintah Daerah, Parepare diharapkan mampu terus mencatatkan kemajuan pembangunan yang tidak hanya terlihat dalam angka-angka capaian, tetapi juga memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Wali Kota mengingatkan, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata tentang berapa besar anggaran yang direalisasikan, tetapi seberapa besar manfaat yang dihadirkan untuk masyarakat.
Pemerintah Kota Parepare berkomitmen melanjutkan pembangunan yang terarah, terukur, inklusif, dan berkelanjutan menuju Parepare yang Terbaik, Sejahtera, dan Maju. (*terkini)








