PAREPARETERKINI.Com, PAREPARE -RE Inovasi yang diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare berhasil lolos pada tahapan seleksi administrasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Kepastian itu tertuang dalam surat Deputi Bidang Pelayanan Publik bernomor B/88/PP.00.05/2021 perihal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi KIPP 2021. Daftar inovasi yang lolos Seleksi Administrasi pun diumumkan pada tautan https://sinovik.menpan.go.id/index.php/page/

Lancar HD merupakan terobosan yang dinilai prospektif karena membuat harapan hidup tinggi di Parepare.

Beberapa pasien Hemodialisa (cuci darah) pun mengapresiasi program ini, dan berharap terus ditingkatkan.

Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Hj Renny Anggraeny Sari mengakui, beberapa testimoni pasien Hemodialisa merespons positif Lancar HD, karena jadwal cuci darah mereka jelas. Pasien tidak perlu menunggu di rumah sakit, karena Tim Lancar HD akan datang menjemput di rumah mereka masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Melalui layanan Lancar HD, RSUD Andi Makkasau menyiapkan armada kendaraan yang mobile mengantar jemput pasien hemodialisa dari kediamannya ke rumah sakit dan sebaliknya.

Di sela penjemputan, para pasien juga diedukasi dan disemangati oleh para Tim Lancar HD yang humanis.

“Kita jemput langsung di rumahnya kemudian kita proses di rumah sakit, setelah dilakukan perawatan hemodialisa lalu kita bawa kembali ke keluarganya,” terang dr Renny. (20/5/2021).

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe juga mengapresiasi inovasi ini sebagai salah satu inovasi andalan Pemkot Parepare.

“Program ini akan membuat tingkat harapan hidup jauh lebih tinggi dibanding program hemodialisa yang secara umum ada di Indonesia,” ungkap Wali Kota Taufan Pawe.

Bahkan Taufan Pawe menggaransi, Lancar HD dan layanan Hemodialisa di Parepare salah satu yang terbaik di Indonesia.

Sejak inovasi ini diterapkan, Lancar HD RSUD Andi Makkasau telah melayani sekira 506 orang pasien, baik layanan jemput ke rumah sakit, maupun diantar kembali ke rumahnya. (**)